PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL)


Kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif  mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah memfungsikan pendidikan  sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi siswa  dalam menghadapi perannya di masa mendatang secara menyeluruh.

Tujuan khusus pendidikan kecakapan hidup adalah (1) mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga  dapat digunakan untuk memecahkan  berbagai masalah, (2) memberikan wawasan yang luas mengenai pengembangan karir peserta didik, dan (3) memberikan bekal dengan latihan dasar tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, (4) memberikan kesempatan kepada madrasah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas, dan (5) mengoptimalkan pemanfaatan  sumber daya di lingkungan  madrasah dan di masyarakat.

Pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik memperoleh bekal keterampilan dan keahlian yang dapat dijadikan sebagai sumber penghidupannya. Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dirancang dengan mengakomodasi berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat serta mengimplementasikannya ke dalam program pendidikan di madrasah, kurikulum yang merefleksikan kebutuhan masyarakat dan pembelajaran yang khas dan terukur sehingga kompetensi lulusannya dapat memenuhi standard yang dapat dipertanggung-jawabkan.

Implementasi pendidikan kecakapan hidup dilakukan dengan mengintegrasikan kecapakan personal, sosial dan akademik ke dalam mata pelajaran, muatan lokal, atau pengembangan diri.  Rincian dari kecakapan hidup tersebut dapat dilihat pada Box 07.  Sedangkan contoh penulisan Pendidikan Kecakapan Hidup dalam KTSP dapat dilihat pada Box 08.

Box 07: Rincian Kecakapan Hidup yang dapat diintegrasikan ke dalam Mata Pelajaran

  

Pendidikan Kecakapan Hidup

 

Strategi :

Mengintegrasikan  aspek kecakapan hidup berikut  ke dalam seluruh mata pelajaran

Pendidikan kecakapan hidup meliputi :

Kecakapan Personal Kecakapan Sosial Kecakapan Akademik
  • Berfikir Kritis
  • Berfikir Logis
  • Komitmen
  • Mandiri
  • Percaya Diri
  • Tanggung Jawab
  • Menghargai dan Menilai Diri
  • Menggali dan Mengolah Informasi
  • Mengambil

Keputusan

  • Disiplin
  • Membudayakan hidup sehat
  • Bekerja sama
  • Mengendalikan emosi
  • Interaksi dalam kelompok
  • Mengelola konflik
  • Berpartisipasi
  • Membudayakan sikap sportif
  • Mendengar
  • Berbicara
  • Membaca
  • Kecakapan menuliskan pendapat/gagasan
  • Bekerjasama dengan teman sekerja
  • Kecakapan memimpin
  • Menguasai pengetahuan
  • Bersikap Ilmiah
  • Berfikir strategis
  • Berkomunikasi Ilmiah
  • Merancang penelitian ilmiah
  • Melaksanakan penelitian
  • Menggunakan teknologi
  • Bersikap kritis rasional

 

Box: 08: Contoh Penulisan Pendidikan Kecakapan Hidup dalam KTSP

 Pendidikan Kecakapan Hidup (life skills)

 

Pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik memperoleh bekal ketarampilan dan keahlian yang dapat dijadikan sebagai sumber penghidupannya. Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dirancang dengan mengakomodasi berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat serta mengimplementasikannya ke dalam program pendidikan di madrasah, kurikulum yang merefleksikan kebutuhan masyarakat dan pembelajaran yang khas dan terukur sehingga kompetensi lulusannya dapat memenuhi standard yang dapat dipertanggungjawabkan.

  • Dalam Mata Pelajaran Matematika

Dari daftar kecakapan hidup di atas guru Matematika dapat merancang RPP dengan memasukkan  aspek kecakapan hidup   personal (tanggung jawab dan berpikir kritis)  dengan menyisipkan pertanyaan-pertanyaan kritis dan profokatif pada soal-soal dan  bahan ajar matematika yang dikembangkan.   Kecakapan hidup sosial  (bekerja sama dan keterbukaan terhadap kritis) diintegrasikan  dengan cara memilih metode pembelajaran  diskusi atau metode kooperatif dalam kegiatan pembelajarannya. Dengan diskusi diharapkan  kemampuan bekerjasamanya berkembang. Dalam proses diskusi diharapkan kemauan menerima kritik juga dilatihkan sehingga siswa lebih terlatih dalam menerima sebuah kritik.

  • Dalam  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia/ Bahasa Inggris/ Bahasa Arab

Pembentukan aspek kecakapan personal seperti tanggung jawab, kemandirian, kepercayaan diri diintegrasikan  dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia/ Bahasa Inggris/ Bahasa Arab dengan cara memilih bahan bacaan dan contoh-contoh teks yang menggambarkan pentingnya kemandirian, tanggung jawab,   dan  kepercayaan diri. Mata pelajaran bahasa cukup fleksibel untuk memilih topik-topik  teks/ cerita/ drama  yang berguna untuk membentuk  kemandirian, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Selain itu, kepercayaan diri juga dapat dibentuk melalui pemilihan kegiatan pembelajaran yang memberi kesempatan siswa untuk presentasi di depan teman-temannya (berpidato di depan teman, berwawancara, bermain peran, dan sebagainya). Kecakapan bekerjasama dan  menghargai orang lain,   juga    dapat diintegrasikan dengan memilih kegiatan pembelajaran berupa diskusi kelompok, diskusi berpasangan atau  JIGSAW untuk membelajarkan keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan mendengar.

  • Dalam Mata Pelajaran Sains

Keterampilan berpikir kritis dapat dikembangkan dengan memilih model pembelajaran yang bersifat investigasi/ penyelidikan terhadap fenomena-fenomena  di sekitar yang  terkait dengan kompetensi dasar. Tanggung jawab diintegrasikan dengan memilih materi- materi berkaitan dengan tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri maupun keselamatan orang lain. Misalnya, pada waktu membelajarkan KD Zat Aditif  guru memilih peristiwa-peristiwa  menakutkan yang berkaitan dengan dampak  zat-zat kimia pada makanan atau obat-obatan terhadap jiwa manusia, peristiwa yang menggambarkan dampak penggunaan zat kimia terhadap lingkungan, peristiwa-peristiwa dampak rokok/ narkoba terhadap remaja.    Dengan pemilihan materi-materi yang kontekstual tersebut diharapkan secara tidak langsung menyadarkan siswa untuk memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan dirinya dan orang lain. Keterampilan bekerja sama  dan kemampuan berpikir logis diintegrasikan guru pada kegiatan pembelajaran yang berupa tugas melakukan percobaan secara berkelompok

  • Dalam Mata Pelajaran IPS

Kemampuan personal untuk dapat berempati dan menghargai orang lain dapat diintegrasikan dengan pemilihan metode pembelajaran  bermain peran atau langsung mengamati/ berwawancara dengan orang-orang yang berkaitan dengan pembahasan pada kompetensi dasar. Misalnya, pada pembahasan ekonomi yang bermoral siswa dapat ditugasi untuk mewawancarai  penjual sayur, tukang sol sepatu, pengemis, dan sebagainya. Tanggung jawab terhadap keselamatan diri dan orang lain juga dapat dintegrasikan  dengan cara memilih metode pembelajaran simulasi untuk menyelamatkan diri dari berbagai bencana yang sering terjadi di daerahnya. Misalnya, guru IPS di Jogya  dan Bengkulu memperdalam materi tentang gempa  dan  memilih berbagai metode simulasi untuk menyelamatkan diri dari gempa;  guru IPS di Aceh, Banyuwangi, NTT memperdalam materi tentang tsunami dan menggunakan  metode simulasi mempraktikkan cara menyelamatkan diri dari bencana tsunami.

 

Categories: ktsp | Tags: , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL)

  1. Sukatno

    I’m waiting for the next writing

  2. Sukatno

    Thank’s for your writing. You’re wonderful

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: