KESALAHAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA


Belajar adalah suatu proses kegiatan dilakukan agar terjadi perubahan prilaku seseorang. Apabila seseorang telah melakukan suatu proses kegiatan tapi pada akhirnya tidak terjadi perubahan prilaku, maka dikatakan tidak terjadi proses belajar dalam diri orang itu. Pada pembelajaran matematika, banyak kita temukan hasil belajar yang keliru, misalnya pemahaman konsep yang keliru dan lain-lain, ini mungkin salah satu yang mempengaruhi terletak pada guru yang keliru memberikan pemahaman kepada siswanya.

Dari beberapa diskusi kecil yang kami lakukan dengan beberapa orang guru matematika, ternyata masih banyak guru yang menyampaikan materi pelajaran matematika yang tidak sesuai dengan konsep sebenarnya.

Berikut ini ada beberapa kesalahan fatal yang dianggap biasa dan benar oleh guru matematika yaitu :

1. Kesalahan pembacaan tanda dan operasi

Misal : -2 + 3 – (-4) = …………

Dari misal di atas, guru matematika selalu membacanya dengan “min dua plus tiga min min 4 sama dengan titik-titik”. Dari pembahasaan itu tanpa sadar guru sudah menanamkan konsep yang keliru kepada siswa, karena dari permisalan diatas ada tanda bilangan dan tanda operasi yang jelas merupakan dua istilah yang berbeda yang dianggap sama. Tanda – pada bilangan 2 adalah tanda bilangan sehingga pembacaannya bukan min tetapi negatif (pembacaannya bukan min dua tetapi negatif dua). Tanda + sebelum bilangan 3 merupakan  tanda operasi sehingga harus dibaca tambah bukan plus (pembacaanya bukan plus 3 tetapi tambah tiga). Begitu juga tanda – sebelum tanda kurung merupakan tanda operasi dan tanda – sebelum bilangan 4 merupakan tanda bilangan, sehingga pembacaan yang benar adalah kurang negatif empat.

Jadi pembacaan yang benar dari permisalan diatas adalah : NEGATIF DUA TAMBAH TIGA KURANG NEGATIF EMPAT SAMA DENGAN TITIK-TITIK.

Kesalahan fatal pada hal ini adalah guru belum mampu menanamkan konsep tanda bilangan dan operasi .

2. Guru selalu menggunakan istilah pindah ruas pada penyelesaian suatu persamaan.

Misal : x + 3 = 2x – 4

Pada penyelesaian persamaan linier satu variabel di atas guru selalu menggunakan istilah 2x pada ruas kanan pindah ruas ke ruas kiri sehingga tanda 2x yang positif berubah menjadi negatif. Ini adalah kesalahan besar dan sangat besar dari seorang guru matematika, karena dalam matematika tidak pernah ditemukan konsep pindah ruas.

sehingga pada penyelesaiannya guru selalu menjelaskan seperti ini :

x + 3 = 2x – 4

x – 2x = -4 – 3 (2x pindah ruas ke ruas kiri  sehingga tandanya berubah menjadi negatif dan tiga pindah ruas ke ruas kiri sehingga tanda berubah menjadi negatif)

seharusnya guru menjelaskan

x + 3 = 2x – 4

x – 2x + 3 – 3 = 2x – 2x – 4 – 3 ( untuk menjadi 2x nol pada ruas kanan maka harus dikurangi 2x sehingga kedua ruas harus dikurangi dengan 2x dan untuk menjadikan 3 nol pada ruas kanan maka harus dikurangi 3 sehingga kedua ruas harus dikurangi tiga. Ini sesuai dengan sifat x = y ↔ x + z = y + z)

x – 2x + 0 = 0 – 4 – 3

-x = -7

x = 7 (kedua ruas sama-sama dikalikan dengan -1. Ini sesuai dengan x=y ↔ xz = yz).

Inilah beberapa kesalahan fatal yang tanpa sadar selalu kita lakukan sebagai guru matematika.

Categories: kurikulum | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: