MADRASAHKU


16 Komentar

16 thoughts on “MADRASAHKU

  1. SEMANGAT PAK . HIDUP MADRASAH ……… !

  2. Drs. Zainal Kepala Sekolah MAN Malang I Jalan Baiduri Bulan Tlogomas, ..sudah lalim ngobrolnya sangat buruk dan menyakitkan. Bagaimana bisa dicontoh dan diikuti oleh guru dan karyawan???

  3. syaiful

    trims atas infonya

  4. oya, slam tyg sma bpak n ibu gru di sana, kali aja tyg msih di igt,,,,,
    hehehe…..

    • nurmanspd

      Alhamdulillah keadaan MTs sekarang sudah banyak yang berubah, yang pasti semua bpk/ibu guru akan selalu ingat. Oh ya selamat menempuh dunia perkuliahan, pilihannya sudah tepat, pelajari, dalami dan kuasai ilmu matematika itu, karena kami sangat membutuhkan tenaga2 yang profesional. siapa lagi yang mau melanjutkan untuk mencerdaskan anak bangsa kalau bukan tenaga2 muda yang profesional.

      • insya Allah,amiiiiiiiiinnnnn……
        tyg mhon doax pak guru,,,,,,
        mudah2n bisa mnjdi gnersi propesional yg brguna bgi sgalax

  5. bener2 udah brubah bgt pak, gk kyk kmi yg dlu,,,,,,

  6. athok maulana

    Tulisannya bagus pak, edisi selanjutnya saya tunggu!

  7. AGUS SUPYAN

    mohon bantuan untuk donload kisi-kisi dan kartu soal penjasorkes MA kls X, XI dan XII. semoga bermanfaat

  8. Dipan Raharjo

    Bismillah….
    Maju Madrasahku…..
    Semangat untuk semua guru-guru madrasah di Indonesia.
    Salam dari guru Madrasah di Purbalingga (AP)

  9. moh.zaky
    WANITA-WANITA DI ISLAM VERSUS WANITA-WANITA DI DALAM TRADISI JUDAEO-CHRISTIAN: DONGENG & KENYATAAN OLEH ; Dr. Sherif Abdel Azeem DAFTAR ISI 1. PENGENALAN 2. KESALAHAN MILIK MALAM ? 3. WARISAN MILIK MALAM 4. PARA PUTRI MEMALUKAN ? 5. PENDIDIKAN WANITA ? 6. WANITA TIDAK MURNI YANG KOTOR ? 7. Pemberian Kesaksian 8. PERZINAAN 9. BERJANJI 10. HARTA MILIK ISTRI ? 11. PERCERAIAN 12. PARA IBU 13. WARISAN WANITA ? 14. KEADAAN DARI PARA JANDA 15. POLIGAMI 16. Tabir 17. BAGIAN TERAKHIR dan Notes 1. PENGENALAN Lima tahun yang lalu, aku membaca di dalam surat kabar Toronto Star issue terbitan tanggal 3 bulan Juli, 1990 satu artikel berjudul “Islam bukan hanya doktrin-doktrin patriarkal”, oleh Gwynne Dyer. Artikel menggambarkan reaksi-reaksi yang sangat marah dari para peserta-peserta dari suatu konferensi antara “wanita-wanita dan kuasa” yang diselenggarakan di Montreal Kanada, sebagai komentar atas seorang pejuang wanita asal Mesir yang terkenal Dr Nawal Saadawi. “secara politis salah” pernyataan nya mencakup: “unsur-unsur paling bersifat membatasi kepada wanita-wanita dapat ditemukan pertama di Judaism di dalam Kitab Perjanjian Lama lalu di dalam Kekristenan dan lalu di dalam Al Qur’an”; ” semua agama bersifat patriarkal karena mereka berasal dari masyarakat yang patriarkal”; dan “menutupi wanita-wanita bukan suatu secara rinci Islam mempraktekkan hanya satu warisan budaya masa lampau dengan analogi-analogi di dalam agama-agama saudaranya”. Peserta-peserta itu tidak bisa duduk diam selagi agama agama mereka sedang disamakan dengan Islam. Jadi, dengan demikian, Dr. Saadawi menerima suatu kumpulan bagai bendungan dari kritik. “Dr. komentar-komentar Saadawi bersifat tak dapat diterima. Jawabnya mengungkapkan kurangnya pemahaman tentang iman-iman milik orang lain,” menyatakan; mengumumkan Bernice Dubois dari “Gerakan Ibu ibu Dunia”. “Aku harus memprotes” berkata panellist Alice Shalvi dari ‘jaringan wanita-wanita Israel’, “tidak ada konsepsi kerudung dalam Judaism.”. Artikel menunjukan protes-protes ini yang sangat marah kepada kecenderungan yang kuat didunia Barat itu dalam praktek meng kambing hitamkan Islam, hanyalah sebagian dari banyak warisan kepunyaan budaya Barat” pejuang hak wanita Yahudi dan Kristen tidaklah akan terasa berat yang dibahas di dalam kategori yang sama dengan Muslims yang jahat,” menulis Gwynne Dyer. Aku tidak terkejut bahwa peserta-peserta konferensi telah mem punyai pandangan yang negatif seperti itu kepada Islam, ter utama ketika isu-isu wanita-wanita dilibatkan. Di dalam dunia Barat, Islam dipercayai sebagai simbol dari pengabdian selaku bawahan atas keunggulan persamaan hak wanita-wanita. Untuk memahami kepercayaan ini dapat dipastikan adalah, cukup untuk menyebutkan bahwa Menteri Pendidian di Prancis,The Land of Voltaire, baru-baru ini memerintahkan pengusiran semua wanita-wanita Muslimah remaja yang memakai kerudung dari Sekolah di Prancis (1A) siswa Muslimah remaja yang memakai suatu headscarf ditolak hak pendidikannya di Prancis, tetapi seorang siswa Katolik yang memakai suatu salib atau seorang siswa Yahudi yang memakai suatu kopiah tidak menerima pengusiran yang sama. Pemandangan dari polisi Prancis terhadap kaum Muslimah remaja yang mencegah memakai headscarves dari memasuki sekolah menengah mereka adalah peristiwa yang tak terlupakan. Itu mengilhami memori-memori dari pemandangan lain yang sama memalukan dari Gubernur George Wallace dari Alabama AS pada tahun 1962 berdiri di muka suatu gerbang sekolah berusaha untuk menghalangi masuk dari para siswa yang hitam untuk mencegah penghapusan perbedaan ras di sekolah-sekolah diwilayah Alabama. Perbedaan antara kedua peristiwa adalah karena para siswa yang hitam mempunyai simpati dari begitu banyak orang-orang di dalam negri AS. dan diseluruh dunia. Presiden Kennedy mengirim tentara Amerika (US. Nasional Guard) untuk memaksa masuknya para siswa yang hitam. anak-anak perempuan Muslim, sebaliknya, diterima tanpa bantuan dari siapapun. Penyebab nya mereka kelihatan memiliki simpati yang sangat kecil dari mana pun di dalam atau diluar Prancis. Alasannya adalah kesalah pahaman dan kebencian yang sengaja disebar luaskan beserta rasa takut akan apapun tentang Islam di dunia hari ini.Program kebencian ini ditumbuh kembang kan lebih dari beberapa abad dan mendominasi semua media massa di dunia khususnya di Barat dan dunia. Apa yang membangkitkan minatku paling besar akan konferensi di Montreal ini adalah pertanyaan-pertanyaan : Apakah statemen-statemen yang dibuat oleh Saadawi, atau setiap dari kritikan-kritikannya, berdasarkan fakta? Dengan kata lain, Apa yang dilakukan Judaism, Kekristenan dan Islam mem punyai konsepsi yang sama terhadap kaum wanita? Adakah mereka berbeda di dalam konsepsi-konsepsi mereka ? Apa yang telah dilakukan oleh Judaism dan Kekristenan, sungguh, adakah kaum wanita mendapatkan penawaran atau perawatan yang lebih baik dibanding Islam yang telah mengerjakannya? Apa yang menjadi kebenaran sesungguhnya?. Ini tidak mudah untuk mencari dan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sulit ini. Kesukaran yang pertama adalah karena seseorang harus objektif dan adil atau, paling tidak, seseorang harus melakukannya yang paling terbaik. Ini adalah apa yang Islam telah mengajarkan kita. Al Qur’an sudah jelas memerintahkan kaum Muslimin untuk mengatakan kebenarannya sekalipun kepada mereka yang sangat dekat dengan mereka tidak menyukainya: “……………………………., dan apabila kamu berkata , maka hendaklah kamu berkata adil kendatipun ia adalah kerabatmu,dan penuhilah janji Allah, yang demikian itu diperintah kan Allah kepadamu agar kamu ingat.… …………………………………….Al Qur’an, surah AlAn’am 6:152 “Wahai orang orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak kaum kerabatmu, jika ia kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan nya,……..” ………………………….…… Al Qur’an, surah An Nissa 4:135 Kesukaran lain yang lebih besar adalah sangat luasnya pokok materi . Oleh karena itu, selama beberapa tahun yang terakhir, aku sudah menghabiskan waktu berjam-jam membaca Alkitab, Encyclopaedia Religion, dan Encyclopaedia Judaica untuk mencari jawabannya. Aku juga telah membaca beberapa buku yang mendiskusikan posisi kaum wanita di dalam agama-agama yang berbeda yang ditulis oleh para sarjana-sarjana, apologists, dan kritikus-kritikus yang terkenal. Material yang diperkenalkan dalam bab-bab yang berikutnya menunjukkan penemuan penemu an yang penting dari riset yang sederhana ini. Aku tidak menyatakan diri sebagai mutlak objektif. Ini di luar batas kapasitasku. Semua yang aku dapat katakan adalah bahwa karena aku telah berusaha, sepanjang riset ini, untuk mendekati idaman Al Qur’an; “berbicaralah dengan jujur”. Aku ingin menekankan di dalam pengenalan ini bahwa tujuan ku atas studi ini bukanlah untuk mencemarkan nama baik Judaism atau Kekristenan. Sebagai seorang Muslim, kita percaya akan asal-muasal yang ilahi dari kedua-duanya. Tidak seorang pun bisa menjadi seorang Muslim tanpa mempercayai Musa dan Yesus sebagai para nabi Allah yang besar . Tujuanku hanyalah untuk mempertahankan Islam dan member kan sumbangsih, yang telah lama terlambat bagi dunia Barat, untuk menyampaikan pesan Kebenaran terakhir dari Tuhan kepada umat manusia. Aku juga ingin menekankan bahwa aku terkait diri ku hanya dengan Doctrine. Itulah perhatian ku. Sebagian besar posisi kaum wanita dalam ke tiga agama muncul di dalam sumber aslinya tidak seperti yang dipraktekan oleh mereka yang berjuta-juta para pengikutnya di dunia hari ini. Oleh karena itu, kebanyakan dari bukti mengutip datang dari AlQur’an, ucapan-ucapan Nabi Muhammad (saw) , Alkitab, Talmud. Dan ucapan-ucapan sebagian dari Bapak bapak Gereja yang paling berpengaruh menjadi pandangan-pandangan, yang sudah menyokong dengan tidak dapat diukur untuk melukiskan dan membentuk Kekristenan sekarang ini. Hal ini sangat menarik akan sumber yang berhubungan dengan fakta bahwa mengerti suatu agama tertentu dari sikap dan perilaku dari sebagian mereka para pengikutnya yang nominal sedang menyesatkan. Banyak orang bingung menilai mana kultur dengan agama, banyak yang lainnya tidak mengetahui apa isi kitab sucinya. mereka tidak mengerti apa yang dikatakannya, dan banyak yang lainnya bahkan tidak mempedulikan sama sekali. 2. KESALAHAN MILIK EVA ? Ke tiga agama bermufakat satu fakta yang mendasar: Keduanya wanita dan lelaki diciptakan oleh Allah, Penciptanya dari keseluruhan alam semesta. Bagaimanapun, perselisihan paham mulai segera setelah penciptaan manusia yang pertama, Adam, dan wanita yang pertama, siti Hawa. konsepsi Judaeo-Christian dalam penciptaan Adam dan Hawa adalah seperti yang diceriterakan secara detil dalam Kitab Perjanjian Lama, Kejadian 2:4-3:24. Allah melarang mereka berdua dari makan buah-buahan dari pohon yang terlarang. Ular menggoda Hawa untuk makan daripadanya, pada gilirannya, Adam yang digoda untuk makan dengan nya. Ketika Allah menegur Adam atas apa yang ia lakukan, ia semua menyalahkan pada Hawa,. Manusia itu menjawab:”Perempuan yang kau tempatkan disisiku , dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan “. ……………………..……Kitab Perjanjain Lama..KEJADIAN.3;12 Sebagai konsekwensi, Allah berkata kepada Hawa: FirmanNya kepada perempuan itu:”Susah payahmu waktu me ngandung akan Kubuat sangat, dengan kesakitan egkau akan melahirkan anak mu, namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atas mu:” ……………………………Kitab Perjanjian Lama KEJADIAN.3;16 Kepada Adam Ia berkata: Lalu firmanNya kepada manusia itu:”Karena engkau mendengar kan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon , yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya,maka terkutuklah tanah karena engkau ; dengan susah payah engkau akan mencari rezeki dari tanah seumur hidupmu:” ………………….……… Kitab perjanjian Lama KEJADIAN.13;17 Konsepsi Islam ciptaan yang pertama ditemukan di dalam beberapa tempat-tempat di dalam Al Qur’an, sebagai contoh: (Dan Alah berfirman):”Hai Adam bertempat tinggalah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah buahan) di mana saja kamu sukai , dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah berdua termasuk orang orang yang dzalim”. Maka syeitan membisikan pikiran jahat kepada kedua nya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syeitan berkata:”Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga). Dan dia (syeitan) bersumpah kepada keduanya.”Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua “., maka syeitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu ) dengan tipu daya. Takala keduanya telah merasai buah kayu itu , nampaklah bagi keduanya aurat auratnya , dan mulailah keduanya menutupi dengan daun daun surga .Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka :”Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu :”Sesungguhnya syeitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua”. Keduanya berkata:”Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan member rahmat kepada kami , niscaya pastilah kami termasuk orang orang yang merugi”. …………………………………. Al Qur’an surah Al A’raf 7:19-23. Suatu kehati-hatian dalam melihat ke dalam kedua kitab suci sebagai buku pedoman tentang kisah tentang ‘Penciptaan’ yang mengungkapkan beberapa perbedaan penting mendasar. Al Qur’an bertentangan dengan Alkitab (HolyBible), ada persamaan menyalahkan kedua-duanya Adam dan Hawa atas kekeliruan mereka. Tidak di mana pun juga di dalam Al Qur’an, dapat satupun menemukan isyarat yang paling tipis sekalipun bahwa Hawa menggoda Adam untuk makan dari pohon itu atau bahkan bahwa Hawa telah makan di hadapannya. Hawa di dalam Al Qur’an bukan seorang wanita penggoda, dan bukan pula seorang penipu. Lebih dari itu, Hawa tidak dipersalah kan karena rasa sakit tersebut dari yang mampu melahirkan. Allah, menurut Al Qur’an, menghukum tidak seorang pun untuk kesalahan-kesalahan ini. Keduanya Adam dan Hawa mengakui suatu perbuatan dosa dan lalu minta kepada Allah untuk pengampunan dan Allah memaafkan mereka berdua. 3. WARISAN MILIK HAWA Gambaran dari Hawa sebagai wanita penggoda di dalam Alkitab sudah menimbulkan dampak sangat negatif bagi kaum wanita sepanjang tradisi Judaeo-Christian. Semua kaum wanita diper- caya untuk memiliki dan menerima warisan dosa dari ibu mereka, Biblical’s Eve (Hawa versi Bible), kedua-duanya merasa bersalah dan akal bulus nya. Sebagai konsekwensi, mereka keduanya yang tak dapat dipercaya, secara moral inferior, dan jahat. Haid, kehamilan, dan kemampuan melahirkan dipertimbang kan hanya sebagai hukuman atas rasa bersalah yang kekal dari jenis kelamin wanita yang dikutuk. Untuk menghargai betapa buruk dan negatifnya, dampak dari Biblical’s Eve (Hawa versi Bible) itu di semua keturunan-keturunan wanita nya kita harus memperhatikan tulisan sebagian dari Yahudi dan orang-orang Kristen yang paling penting disegala zaman. Marilah kita mulai dengan Kitab Perjanjian Lama dan memperhatikan kutipan-kutipan dari apa yang disebut Literatur kebijaksanaan (Wisdom Literature) di mana kita dapat menemukan: Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut perempuan yang adalah jala , yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang orangyang dikenan Alah terhindar dari padanya , tetapi orangyang berdosa ditangkapnya. Lihatlah , ini yang kudapati, kata Perngkhotbah; Sementar menyatukan yang satu dengan yang lain untuk mendapat kesimpulan, yang masih kucari tetapi tidak kudapat , kudapat seorang laki-laki diantara seribu , tetapi tidak kudapati seorang perempuan diantara mereka . ………………..Kitab Perjanjian Lama.PENGKHOTBAH 7;26-28 (Ditemukan dalam bunyi ayat yang jauh berbeda dalam versi bahasa Ingris, Belanda dan Arab, terutama mengeani status wanita yang dinistakan sangat buruk. pen). Di dalam bagian yang lain dari literatur Ibrani itu yang ditemukan di dalam Alkitab versi Katolik yang kita baca: “- Tidak ada kejahatan yang datang di mana pun dekat dengan kejahatan dari seorang wanita …………Dosa dimulai dengan seorang wanita dan karenanya kita semua harus mati” ………………..…Alkitab Versi Katolik. Ecclesiasticus 25:19,24. Rabbi-rabbi Yahudi mendaftar sembilan kutukan yang dikena- kan terhadap kaum wanita sebagai hasil Kejatuhan: “- Kepada wanita, Ia memberi sembilan kutukan dan kematian: beban dari darah haid dan darah dari keperawanan; beban dari kehamilan; beban dari kelahiran bayi; beban tentang membawa anak-anak; kepalanya ditutup ketika berkabung; dia menembus telinganya seperti seorang budak atau budak perempuan yang permanen yang melayani guru nya; dia tidak untuk dipercaya sebagai seorang saksi; dan setelah semuanya , adalah kematian .” ( 2) Untuk masa kini, orang kaum ortodox Yahudi di dalam doa pagi yang sehari-hari mereka menceriterakan “Diberkati adalah Allah Raja alam semesta bahwa Tuhan tidak membuat aku seorang wanita.” Wanita-wanita, sebaliknya, Bersyukur Kepada Allah tiap pagi “membuat aku menurut keinginan Mu.” (3) Doa yang lain nya ditemukan di dalam buku doa banyak orang Yahudi: “Terpuji adalah Allah bahwa Ia tidak menciptakan aku se orang bukan Yahudi. Terpuji adalah Allah bahwa Ia tidak menciptakan aku seorang wanita. Terpuji adalah Allah bahwa Ia tidak menciptakan aku seorang bodoh.” (4) Biblical’s Eve sudah memainkan suatu peran lebih besar yang jauh di dalam Kekristenan dibanding dalam Judaism. Dosanya mempunyai sangat penting kepada seluruh iman Kristiani karena Konsepsi orang Kristen alasan utama untuk misi Yesus Kristus di atas bumi berasal dari penentangan Hawa kepada Allah. Dia telah berdosa dan lalu menggoda Adam untuk mengikuti pakaian nya. Sebagai konsekwensi, Allah mengusir mereka berdua dari Surga ke Bumi, yang telah dikutuk oleh karena mereka. Mereka mewariskan dosa mereka, yang belum dimaafkan demi Allah, kesemua keturunan mereka dan, seperti itu, semua manusia dilahirkan di dalam dosa. Untuk memurnikan manusia dari ‘dosa asal’ mereka, Allah harus mengorbankan Yesus, yang dianggap sebagai Anak Allah, di salib!. Oleh karena itu, Hawa bertanggung jawab atas kekeliruan nya sendiri, dosa suaminya, dosa asal dari semua umat manusia, dan kematian Anak Allah. Dengan kata lain, seorang wanita yang bertindak pada diri sendiri yang menyebakan kejatuhan umat manusia. (5) Bagaimana dengan para putri nya? Mereka adalah orang yang sama berdosa sepertinya dan harus diperlakukan sama sebagai . sepertinya. Dengarkan nada yang parah; sulit; keras; berat dari St. Paulus di dalam Kitab Perjanjian Baru: “Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh . Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkan memerintah laki laki, hedaklah ia berdiam diri. Karena Adam yang pertama dijadikan,kemudian barulah Hawa.Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh kedalam dosa.” …….…………………Kitab Perjanjian Baru 1 TIMOTIUS 2;11-14 St. Tertullian bahkan lebih kasar dibanding St. Paulus, selagi ia sedang bertemu dengan miliknya ‘Saudari iman terbaik didalam kasih”, ia berkata: (6) “- Apakah anda tidak mengetahui bahwa anda adalah masing-masing satu Hawa? Kalimat dari Allah di seks jenis ini kepunya an anda hidup di dalam usia ini: karena rasa bersalah itu terpaksa harus hidup juga. Anda adalah pintu gerbang Setan itu: Anda adalah membuka segel tentang pohon yang terlarang: Anda adalah desertir yang pertama dari hukum ilahi: Anda adalah yang membujuk dia yang setan itu bukan gagah berani cukup untuk menyerang. Anda sangat membinasakan dengan mudah milik manusia. Oleh karena lantaran padang pasir mu bahkan Anak Allah itu harus mati.” St. Agustinus setia kepada warisan dari para pendahulu nya, ia menulis kepada seorang teman: “- Apa yang merupakan perbedaan apakah itu ada di seorang istri atau seorang ibu, itu masih Hawa tetap wanita penggoda bahwa kita harus waspada di dalam setiap kegagalan wanita …… Saya gagal untuk melihat apa kegunaan wanita penggunaan untuk laki laki, jika hannya mengeluarkan fungsi melahirkan anak.” Berabad-abad kemudian, St.Thomas Aquinas masih memper timbangkan wanita-wanita sebagai yang cacat: “- Mengenai setiap sifat alami, wanita adalah haram dan cacat, untuk kekuatan aktif di dalam benih pria menuju kekepada produksi suatu persamaan yang sempurna di dalam seks yang pria selagi produksi wanita datang dari suatu cacat di dalam kekuatan aktif atau dari beberapa keadaan material kurang sehat, atau bahkan dari beberapa pengaruh eksternal.” Akhirnya, pembaharu yang terkenal Martin Luther tidak bisa melihat setiap manfaat dari seorang wanita tetapi melahirkan banyak anak-anak sebagai yang mungkin dengan mengabaikan setiap efek samping: “- Jika mereka menjadi melelahkan atau bahkan mati, bahwa tidak berarti. Silahkan mereka mati di dalam kelahiran bayi, itulah sebabnya mereka ada di sana” Berulang-ulang semua wanita bersifat dihinakan (denigrated) oleh karena gambaran dari Hawa sebagai wanita penggoda, karena pelanggan Kejadian. Untuk meringkas, konsepsi Judaeo-Christian wanita-wanita sudah diracuni oleh kepercayaan di dalam sifat yang penuh dosa dari Hawa dan semua keturunan wanita nya. Jika kita sekarang memutar perhatian kepada kita apa yang Al Qur’an harus katakan tentang kaum wanita, kita akan segera menyadari bahwa konsepsi Islam tentang kaum wanita adalah secara radikal jauh berbeda dari konsep dasar Judaeo-Christian. Biarkanlah Al Qur’an berbicara atas namanya sendiri: Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar , laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya,laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. …………………………………….Al Qur’an surah Al Ahzab 33;35 Dan orang orang yang beriman lelaki dan perempuan sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain, mereka menyuruh (mengerjakan) yang makhruf , mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan rasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. …………………………………AL Qur’an. Surah At Taubah 9;71 Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman):”Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang orang yang beramal diantara kamu,baik laki laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh ,pastilah akan Kuhapuskan kesalahan kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka kedalam surga yang mengalir sungai sungai, sebagai pahala disisi Allah . Dan Allah pada sisiNya pahala yang baik”. …………………………………..Al Qur’an. Surah Ali Imran 3:195 Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki didalamnya tanpa hizab. ……………………………….….Al Qur’an,Surah Al Mu’min 40;40 Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki laki maupun perempuan dalam keadaan beriman , maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasankepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan . …………………………………….Al Qur’an, surah An Nahl 16;97 Itu telah jelas bahwa pandangan Al Qur’an akan kaum wanita tidaklah berbeda dibandingkan dengan kaum lelaki. Mereka, kedua-duanya, adalah makhluk-makhluk Yang Mahamulia. Siapa di atas bumi ini untuk memuja Allah, Tuhan mereka, sungguh mengerjakan perbuatan-perbuatan yang saleh, adil, dan menghindari kejahatan dan mereka, kedua-duanya, akan dibalas secara setimpal. Al Qur’an tidak pernah menyebutkan bahwa wanita adalah pintu gerbang setan itu atau bahwa dia adalah suatu penipu secara alami. Al Qur’an, juga, tidak pernah menyebutkan bahwa laki laki adalah diciptakan sesuai rupa milik Tuhan ; Semua orang lelaki dan semua wanita adalah makhluk Ciptaan Nya, itulah semua. Menurut Al Qur’an, peran wanita di atas bumi tidak dibatasi hanya untuk melahirkan bayi saja. Dia diwajibkan untuk melakukan banyak kebajikan, seperti semua manusia lainnya diwajibkan untuk melakukan. Al Qur’an tidak pernah berkata bahwa wanita tidak tegak lurus, dan tidak pernah menyatakan bahwa kaum wanita sudah pernah atau selalu hidup untuk penyimpangannya, Al Qur’an sudah meng-instruksikan semua orang yang beriman, kaum wanita seperti juga kaum lelaki, untuk mencontoh wanita ideal dan sangat dihormati seperti Siti Maryam (Virgin Mary) dan istri Firaun itu: Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang orangyang beriman, ketika ia berkata :”Ya Tuhanku,bangunlah untukku rumah disisi-Mu dalam surga dan selamatkan lah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim”. Dan Maryam putrid Imran yang memelihara kehormatannya ,maka Kami tiupkan kedalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami ;dan dia membenarkan kalimat kalimat Tuhannya dan kitab kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang orang yang taat. ……………….………………..Al Qur’an, surah Al Mulk 66:11-12 4. PARA PUTRI MEMALUKAN ? Sebenarnya, perbedaan antara sikap Alkitab (Biblical) dan dap Al Qur’an terhadap jenis kelamin wanita mulai secepat seorang wanita dilahirkan. Sebagai contoh yang jelas, Alkitab yang menyatakan periode upacara seorang ibu dari ketidak-bersihan itu adalah dua kali lebih lama jika seorang anak perempuan dilahirkan dibanding dengan jika seorang anak laki-laki. “katakanlah kepada orang Israel; Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak lakilaki maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari hari ia bercemar kain ia najis.Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu. Selanjutnya tigapuluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan hari pengtahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apapun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ketempat kudus, sampai sudah genap hari hari pentahirannya. Tetapi jika ia melahirkan anak perempuan , maka najis nya itu selama dua minggu , sama seperti ia bercemar kain, selanjutnya enampuluh enam hari lamanya , ia harus tinggal menantikan pentahirannya dari darah nifas. Alkitab Katolik menyatakan dengan tegas;………… Lev. 12:2-5 “- Kelahiran dari seorang putri adalah suatu kerugian” . Alkitab versi Katolik ………………………..Ecclesiasticus 22:3 Berlawanan dengan statemen yang mengejutkan ini, anak-anak lelaki malahn menerima pujian yang khusus: “- Laki-laki yang mendidik putra nya akan iri hati dari musuh nya.” AlKitab versi Katolik …………………………Ecclesiasticus 30:3 Rabbi-rabbi Yahudi membuat satu kewajiban bagi orang Yahudi untuk menghasilkan keturunan dan menyebarkan perlombaan ras.Pada waktu yang sama, mereka tidak menyembunyikan pilihan mereka yang jelas bersih untuk anak-anak pria : “Itu sungguh bagi mereka yang anak-anak pria tetapi penyakit bagi mereka yang wanita”, “Dalam kelahiran dari seorang anak laki-laki, semua adalah kegembiraan dan kelahiran bagi seorang anak perempuan semuanya bersifat sedih”, dan “Ketika seorang anak laki-laki masuk ke dalam dunia, damai masuk ke dalam dunia… Ketika seorang anak perempuan datang, tidak ada apa pun yang datang ” (7) Seorang putri dipertimbangkan sebagai beban yang menyakitkan, suatu sumber yang potensial dari perasaan malu kepada ayah dan keluarganya: “- Putri mu adalah kepala batu? Menyimpan suatu yang jelas awas bahwa dia tidak membuat anda menjadi sasaran olok-olok musuh mu, buah bibir, obyek dari gosip yang umum, dan anda yang ditaruh dan dipermalukan di depan umum” Alkitab versi Katolik…….………………….Ecclesiasticus 42:11 “- Memelihara seorang putri yang kepala batu di bawah kendali yang dipastikan, atau dia akan melecehkan setiap kemanjaan yang dia menerima. Memelihara suatu penjagaan yang tegas di mata nya yang tak tahu malu, jangan dikejutkan jika dia memalukan anda” Alkitab versi Katolik…..…….…………..Ecclesiasticus 26:10-11 Itu adalah sungguh gagasan yang sama untuk memperlakukan para putri mereka sebagai sumber dari perasaan malu bagi para pemimpin penyembah berhala Arabs, sebelum kedatangan Islam, untuk mempraktekkan pembunuhan terhadap bayi wanita. Al Qur’an sungguh mengutuk praktek kejam ini: Ia menyembunyikan dirinya dari orangbanyak , disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya . Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya kedalam tanah (hidup hidup)?, ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. ……………………………………..Al Qur’an. Surah An Nahl16:59 Itu harus disebutkan bahwa perbuatan yang jahat ini bukan tidak pernah mampir di Arabia. apakah (itu) untuk kuasa menyakiti terminologi Al Qur’an itu digunakan untuk mengutuk praktek ini (16:59, 43:17, 81:8-9). Al Qur’an, lebih dari itu, tidak membedakan antara anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan. Sangat berlawanan dengan Alkitab, Al Qur’an mempertimbangkan menganggap kelahiran dari seorang wanita sebagai suatu hadiah dan suatu berkat dari Allah, sama halnya kelahiran dari seorang anak pria. Al Qur’an bahkan menyebutkan hadiah dari kelahiran wanita terlebih dulu: Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi .Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki , Dia memberikan anak anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memebrikan anak anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. ………….………………………Al Qur’an, surah AsySyura 42:49 Untuk menghapuskan semua tradisi jahiliyah dari pembunuhan terhadap bayi wanita di dalam masyarakat Muslim yang mulai lahir, Nabi Muhammad menjanjikan kepada mereka yang dianugerahi para putri suatu penghargaan yang besar jika mereka akan membawa mereka dengan kasih sayang : “-Ia yang dilibatkan di dalam membawa para putri, dan menyetujui perawatan dengan baik hati ke pada mereka, mereka akan mendapat perlindungan untuk dia terhadap Api Neraka” …………………………………………..(HR Bukhari dan Muslim) “- Siapa pun yang memelihara dua anak-anak perempuan hingga mereka mencapai kedewasaan, ia dan aku akan datang pada Hari Kebangkitan seperti ini; dan ia gabungkan jari-jari nya” ……………………………..…………………………….(HR. Muslim). 5. PENDIDIKAN WANITA ? Perbedaan antara AlKitab (Biblical) dan konsepsi-konsepsi Al Qur’an, Kaum wanita tidak dibatasi pada wanita yang baru dilahir kan saja, itu yang meluas jauh keluar. Marilah kita membanding kan sikap terhadap mereka seorang wanita yang berusaha untuk belajar agama ya. Inti Judaism adalah hukum Taurat,. Bagaimanapun menurut kitab Talmud, ” kaum wanita dikecualikan untuk belajar Taurat.” Sekitar Rabbi Yahudi dengan kuat menyatakan dan mengumumkan “Silahkan kata-kata dari Taurat dibinasakan, dihancurkan oleh api dibanding yang disampaikan kepada kaum wanita”, dan “Siapapun yang mengajar putrinya Taurat adalah seolah-olah ia mengajar kecabulan ” (8) nya Sikap dari St. Paulus di dalam Kitab Perjanjian Baru itu bukanlah terang: Sama seperti dalam semua jemaat orang orang kudus , perempuan perempuan harus berdiam diri pertemuan jemaat . Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara . Mereka harus menundukkan diri , seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Jika mereka inginmengetahui sesuatu , baiklah mereka menanyakan kepada suaminya di rumah, sebab tidak sopan bagi perempuan utnuk berbicara dalampertemuan jemaat. ………………..……Kitab Perjanjian baru.1 KORINTUS14:34-35 Bagaimana mungkin seorang wanita bisa belajar jika dia tidak diizinkan untuk berbicara? Bagaimana mungkin seorang wanita bertumbuh dengan beralasan jika dia berkewajiban dalam keada an penundukan penuh? Bagaimana mungkin dia meluas kan wawasannya jika satu-satunya sumber informasi adalah suami nya di rumah? Sekarang, untuk bersifat adil, kita perlu Tanya kepada posisi Al Qur’an setiap yang yang berbeda? Satu cerita pendek men ceritera kan di dalam Al Qur’an sejumlah posisi nya dengan persis dan singkat. Khawlah adalah seorang wanita Muslim suami nya Aws mengucapkan statemen ini pada istrinya dalam ke marahannya: “Kamu kepada saya seperti di belakang ibu ku.” Inilah yang dilakukan oleh para penyembah berhala Arab untuk menjadi statemen dari perceraian yang membebaskan suami dari setiap tanggung jawab perkawinan tetapi tidak meninggalkan istri bebas untuk meninggalkan rumah suami atau untuk menikah orang yang lain. setelah mendengar kata-kata ini dari suami nya, Khawlah di suatu situasi yang menyedihkan. Dia pergi kepada Nabi saw untuk membela kasus nya. Nabi saw berpendapat sama bahwa dia harus bersabar karena di sana bukanlah jalan keluar. Khawla tetap membantah dengan Nabi saw dalam mencoba untuk menyelamatkan pernikahannya yang dipenjara kan.Segera, Al Qur’an turut campur; permohonan Khawla diterima. Putusan Allah menghapuskan kebiasaan bengis ini. Satu bab penuh (Bab 58) dari Al Qur’an dengan nama adalah surah “Almujadilah” atau “Wanita yang sedang membantah” dinamai menurut peristiwa ini: Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengadukan gugatan kepadamu tentang suaminya, dan me ngadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua, Sesungguhnya Allah Maha Men dengar lagi Maha Melihat. ………………………………….Al Qur’an,surah Al Mujadilah 58:1 Seorang wanita di dalam konsepsi Al Qur’an mempunyai hak untuk membantah sama dengan Nabi saw dirinya. Tidak ada seorangpun mempunyai hak untuk memerintahkan untuk menjadi berdiam tidak bicara. Dia tidak berkewajiban untuk memper timbang kan, menganggap suami nya satu satunya dan hanya acuan di dalam perihal hukum dan agama. 6. WANITA TIDAK MURNI YANG KOTOR ? hukum dan peraturan-peraturan Yahudi mengenai menstruasi wanita-wanita adalah sangat bersifat membatasi. Kitab Perjanjian Lama mempertimbangkan menganggap setiap menstruasi wanita adalah sebagai tidak murni dan kotor. Lebih dari itu, ketidak-bersihannya itu seperti “Terkena infeksi-menyebar” kepada yang lain juga. Siapapun atau apapun dia menyentuh menjadi kotor untuk satu hari: apabila seorang perempuan megeluarkan lelehan, dan lelehan nya itu darah dari auratnya, ia harus tujuh hari dalam cemar kainnya, dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis sampai matahari terbenam. Segala sesuatu yang ditidurinya selama ia cemar kain menjadi najis. Dan segala sesuatu yang didudukinya menjadi najis juga. Setiap orang yang kena kepada tempat tidur perempuan itu haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.Juga pada waktu ia kena kepada sesuatu yang ada di tempat tidur atau diatas barang yang ada diduduki perempuan itu, dan setiap tempat tidur yang ditidurinya menjadi najis juga. ……………….……………… Perjanjian Lama. IMAMAT 15:19-23 Karena sifatnya “mencemari”, seorang wanita menstruasi kadang -kadang “dibuang” untuk menghindari setiap kemungkinan tentang segala yang kontak dengan nya. Dia dikirim kepada suatu rumah yang khusus disebut “rumah yang kotor” untuk selama periode ketidak-bersihan nya. (9) Kitab Talmud memper timbang kan menganggap seorang wanita menstruasi wanita “fatal” bahkan tanpa kontak secara fisik: “- Rabbi-rabbi Kami berpikir :….bila seorang wanita menstruasi melewati antara dua orang, jika itu adalah di permulaan haid nya, dia akan membunuh salah satu dari mereka, dan jika itu adalah di ujung haid nya, dia akan menyebabkan perselisihan antara mereka” …………………………………………………(bPes. 111a.) Lebih lanjut, suami dari seorang wanita yang menstruasi terlarang untuk masuk sinagoga jika ia telah dibuat yang kotor oleh nya bahkan oleh debu di bawah kaki nya. Seorang imam istri siapa, putri, atau ibu sedang menstruasi tidak bisa menceriterakan “berkat” seperti pendeta di dalam sinagoga. (10) Tidak heran banyak wanita-wanita Yahudi masih mengacu pada haid seperti ketika kena “kutukan.” (11) Islam tidak menganggap seorang wanita menstruasi mengakibat kan segala hal dari “yang kotor menular”. Dia bukan “yang tak tersentuh” maupun “dikutuk.” Dia berlatih dalam hidupnya dari yang normal ada pembatasan nya: Se pasang suami istri tidak diizinkan untuk melakukan per setubuhan selama periode menstruasi. Kontak secara fisik lainnya manapun antara mereka tetap diizinkan. Seorang wanita menstruasi meng ecualikan beberapa upacara agama seperti shalat yang sehari-hari dan berpuasa selama periode nya. 7. Pemberian Kesaksian Isu lain di mana Al Qur’an dan Alkitab (Bible) tidak sependapat adalah isu dari pemberian kesaksian bagi kaum wanita. Adalah benar bahwa Al Qur’an sudah memerintahkan para orang yang beriman dalam perdagangan dan transaksi-transaksi keuangan untuk mendapat dua para saksi lelaki atau satu pria dan dua wanita (Al Qur’an surah Al Baqarah 2:282). Bagaimanapun, ini juga benar yang Al Qur’an di dalam situasi-situasi yang lain menerima kesaksian dari seorang wanita ketika sama dengan bahwa dari seorang manusia. Sebenarnya kesaksi an wanita itu dapat bahkan membuat tidak berlaku kesaksian orang lainnya. Jika seorang manusia menuduh istri nya zina, ketidak sopanan, ia diperlukan oleh Al Qur’an itu untuk dengan khidmat bersumpah 5 kali seperti (ketika bukti dari rasa bersalah istri itu. Jika istri menyangkal dan bersumpah dengan cara yang sama 5 kali,dia tidak bersalah yang dipertimbangkan dan didalam yang manapun kasus yang pernikahan itu dihancurkan. (Al Qur’an, surah An Nur 24:6-11). Sebaliknya, wanita-wanita yang tidaklah diizinkan untuk memberi kesaksian di dalam awal masyarakat Yahudi. (12) Para Rabbi menghitung wanita-wanita tidak mampu memberi kesaksian di antara sembilan kutukan mengenakan atas semua wanita-wanita oleh karena Kejatuhan (lihat bagian “Warisan Hawa”). Wanita-wanita di dalam Israel hari ini tidak diizinkan untuk memberikan pembuktian sidang Rabbinical. (13) Para Rabbi membenarkan mengapa wanita-wanita tidak bisa menjadi saksi dengan mengutip……………………………………. Kejadian 18:9-16, Di mana Sara yang dinyatakan itu, istri Abraham telah berbohong. Rabbis menggunakan peristiwa ini sebagai bukti bahwa wanita-wanita bersifat tak memenuhi syarat untuk memberi kesaksian. haruslah dicatat; terlihat di sini bahwa peristiwa ini di tuliskan dalam…………………. Kitab Perjanjian Lama, Kejadian 18:9-16 Sudah disebut lebih dari sekali di dalam Al Qur’an tanpa isyarat tentang segala kepalsuan yang dilakukan oleh Sara. ………………………………………. Al Qur’an 11:69-74, 51:24-30 Di dalam orang Kristen Barat, kedua-duanya tentang gereja Kristen dan hukum perdata menghalangi wanita-wanita dari memberi kesaksian sampai pada abad terakhir!!.. (14) Jika seorang suami menuduh istrinya berzina, kesaksian nya tidak akan dipertimbangkan sama sekali menurut Alkitab (Bible). Istri terdakwa harus diperlakukan kepada suatu percobaan dengan cobaan yang berat. Di dalam percobaan ini, istri menghadapi suatu kompleks dan upacara agama yang menghinakan dan diduga untuk membukti kan (bahwa) rasa bersalah atau ketidaksalahan nya. ………….AlKitab.Kitab Perjanjian Lama. BILANGAN 5:11-31. Jika dia bersalah yang ditemukan setelah cobaan berat ini, dia akan dijatuhi hukuman mati. Jika dia ditemukan tidak bersalah, suami nya akan tak mempunyai setiap pelanggaran. Adilkah!? Di samping, jika seorang lelaki mengambil seorang wanita sebagai istri dan lalu menuduh nya sudah tidak gadis lagi, kesaksian nya sendiri tidak akan menghitung. Orang tua nya harus membawa bukti dari keperawanan nya di hadapan para penatua dari kota. Jika orang tua itu tidak bisa membuktikan (bahwa) ketidaksalahan dari putri mereka, dia akan dilempar batu sampai mati di ambang pintu nya ayah. Jika orang tua itu adalah mampu membuktikan (bahwa) ketidaksalahan nya, suami itu akan hanya didenda seratus shekels dari perak dan ia tidak bisa menceraikan istri nya sepanjang ia hidup: “- Jika seorang lelaki mengambil seorang istri dan, setelah berbaring dengan nya, tidak menyukai nya nya dan fitnah-fitnah dan memberi suatu nama yang tidak baik nya, perkataan, ‘Aku menikah dengan wanita ini, tetapi jika aku mendekati nya, aku tidak menemukan bukti dari keperawanan nya,’ lalu ayah dan ibu anak perempuan itu akan membawa bukti bahwa dia adalah seorang gadis kepada para penatua kota di gerbang. Ayah anak perempuan itu akan katakan kepada para penatua, ‘Aku memberi putri ku di dalam pernikahan pada manusia ini, tetapi ia tidak menyukai nya. Sekarang ia sudah memfitnah nya dan berkata aku tidak menemukan putri mu untuk menjadi gadis. Tetapi di sini adalah tanda bukti dari keperawanan putri ku.’ Lalu orang tua nya akan tampilkan kain di hadapan para penatua dari kota, dan para penatua itu akan mengambil orang dan menghukum dia. Mereka akan dia bagus seratus shekels dari perak dan memberi mereka kepada ayah anak perempuan itu, karena manusia ini sudah memberi satu gadis Israelite suatu nama yang tidak baik. Dia akan melanjutkan untuk menjadi istri nya; ia harus tidak menceraikan nya sepanjang ia hidup. Jika, bagaimanapun, beban? tugas itu adalah benar dan tanpa bukti dari keperawanan anak perempuan itu dapat ditemukan, dia yang haruslah dibawa kepada pintu rumah nya ayah dan di sana orang-orang dari kota itu akan melempar nya sampai mati. Dia sudah lakukan suatu hal yang memalukan di Israel dengan [menjadi] yang tidak memilih milih ketika masih di dalam rumah ayah nya. Anda harus membersihkan kejahatan dari di antara anda.” ………………AlKitab.Kitab Perjanjian Lama, Ulangan 22:13-21 8. PERZINAAN Perzinaan dipertimbangkan suatu dosa di dalam semua agama. Alkitab memutuskan hukuman mati untuk kedua-duanya pezina (laki-laki) dan pezina (perempuan)…………………… (Lev. 20:10). Islam juga dengan sama menghukum kedua-duanya pezina (laki-laki) dan pezina (perempuan) ………….……….. Al Qur’an.(24:2). Bagaimanapun, definisi Al Qur’an perzinaan adalah yang sangat berbeda dari definisi Alkitab (Biblical). Perzinaan, menurut Al Qur’an, adalah keterlibatan dari seorang lelaki yang telah menikah atau seorang wanita yang telah menikah dalam satu urusan diluar perkawinan. Alkitab hanya mempertimbangkan urusan yang diluar perkawinan seorang wanita yang telah menikah saja ! sebagai perzinaan ………..Kitab Perjanjian Lama (Imamat 20:10, Ulangan 22:22, Amsal 6:20-7:27). “- Jika seorang lelaki ditemukan tidur dengan istri milik orang , kedua-duanya orang yang tidur dengan nya dan wanita itu harus mati. Anda harus membersihkan kejahatan dari Israel” ……………………..….. Kitab Perjanjian Lama ULANGAN. 22:22 “- Jika seorang lelaki berjinah dengan istri milik orang kedua-duanya pezina (laki-laki) dan pezina (perempuan) harus dibunuh” ………………………….….KitabPerjanjian Lama IMAMAT. 20:10 Menurut definisi AlKitab (Biblical), jika seorang lelaki yang menikah tidur dengan seorang wanita yang belum kawin, ini tidak dipertimbangkan sebagai suatu kejahatan sama sekali. Lelaki yang menikah yang mempunyai afair diluar perkawinan dengan wanita-wanita yang belum kawin bukanlah satu pezina (laki-laki) dan wanita-wanita yang belum kawin melibatkan dengan dia bukanlah para pezina (perempuan). Kejahatan dari perzinaan adalah yang terikat hanya ketika seorang lelaki, apakah tunggal atau yang dinikahi, tidur dengan seorang wanita yang telah menikah. Dalam hal ini orang itu dipertimbangkan pezina (laki-laki), sekali pun ia belumlah menikah, dan wanita itu dipertimbangkan pezina (perempuan). Singkatnya, perzinaan adalah setiap yang gelap bersetubuh menyertakan seorang wanita yang telah menikah. Urusan yang diluar perkawinan seorang lelaki yang menikah tidak yang didalam (dirinya) suatu kejahatan. Di dalam Alkitab. Mengapa patokan moral yang rangkap? Menurut Encyclopaedia Judaica, istri itu dianggap sebagai harta benda dan perzinaan suami itu melembagakan suatu pelanggar an suami yang eksklusif itu hak-hak untuk nya; istri ketika harta benda suami itu tidak punya seperti hak-hak untuk dia. (15) Itu adalah,jika seorang lelaki mempunyai bersetubuh dengan seorang wanita yang telah menikah, ia akan melanggar harta dari orang yang lain dan, seperti itu, ia harus dihukum. Untuk masa kini di Israel, jika seorang lelaki yang telah menikah menurut kesenangan diri satu urusan diluar perkawinan dengan seorang wanita yang belum kawin, anak-anak-Nya oleh wanita dipertimbangkan sah. Tetapi, jika seorang wanita yang dinikahi mempunyai masalah dengan orang lelaki yang lain, apakah yang dinikahi atau bukan dinikahi, anak-anak nya oleh lelaki bukanlah hanya yang tidak sah tetapi mereka dipertimbangkan bastar-bastar dan terlarang untuk menikah Yahudi kecuali orang ber tobat lain manapun dan bastar-bastar lain. Kutukan ini diteruskan kepada keturunan-keturunan anak-anak itu untuk sepuluh generasi sampai noda dari perzinaan adalah kiranya diperlemah. (16) Al Qur’an, sebaliknya, Tidak pernah menganggap seorang wanita sebagai harta benda siapapun!.AlQur’an dengan jelas mengurai kan hubungan antara pasangan-pasangan dengan mengatakan: Dan diantara tanda tanda Kekuasaan-Nya telah Dia menciptakan untukmu istri istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikianitu terdapat tanda tanda bagi kaumyang berfikir. ……………………………….…..Al Qur’an. Surah Ar Rum 30:21. Ini adalah konsepsi Al Qur’an pernikahan: cinta, kemurahan hati, dan tranquillas, bukan harta benda dan dua patokan. 9. BERJANJI Menurut Alkitab, seorang lelaki harus memenuhi setiap janji-janji ia mungkin lakukan kepada Allah. Ia harus tidak pecah sabdaNya. Sebaliknya, janji seorang wanita tidak perlu mengikat nya. Itu harus disetujui oleh ayah nya, jika dia sedang tinggal di rumah nya, atau oleh suami nya, jika dia dinikahi. Jika seorang ayah atau suami tidak menguasakan janji-janji kepada anak perempu an atau istrinya nya, semua ikrar yang dibuat oleh nya jadinya tidak sah: “- Tetapi jika ayah nya melarang nya ketika ia mendengar tentang itu, tidak satu pun dari janji-janji nya atau ikrar-ikrar dengan mana dia mewajibkan dirinya akan [posisi/letak] ….Suami nya boleh mengkonfirmasikan atau menghapuskan setiap janji yang dia membuat atau setiap ikrar yang disumpah untuk menyangkal dirinya”………….….Kitab Perjanjian Lama BILANGAN. 30:2-15 Apa sebabnya kata seorang wanita tidak mengikat didalam (dirinya) ?Jawaban itu adalah sederhana: karena dia adalah milik ayah nya, di hadapan pernikahan, atau oleh suami nya setelah pernikahan. Kendali ayah itu (di) atas putri nya absolut kepada tingkat itu, perlu ia ingin, ia bisa menjual nya! Itu ditandai di dalam tulisan Rabbis bahwa: “Orang itu boleh menjual putrinya, tetapi wanita itu mungkin tidak menjual putrinya; orang itu boleh ber tunangan putrinya, tetapi wanita itu mungkin tidak bertunangan putrinya.” (17) literatur The Rabbinic juga menunjukkan bahwa pernikahan mewakili; menunjukkan perpindahan dari kendali dari ayah kesuami:”Pertunangan, membuat seorang wanita kepemilik kan harta yang tidak diganggu-gugat yang amat suci dari suami …” Sungguh-sungguh, jika wanita itu dianggap sebagai harta dari orang lain, dia tidak bisa membuat setiap ikrar-ikrar bila pemilik nya tidak berkenan. Itu berasal dari minat untuk dicatat bahwa instruksi Alkitab ( Biblical) ini mengenai janji-janji wanita-wanita pasti mempunyai penolakan negatif dari kaum wanita Judaeo-Christian hingga awal di dalam abad ini. Seorang wanita yang dinikahi di dalam dunia Barat tidak punya kedudukan hukum. Tidak ada tindakan dia punya nilai hukum. Suami nya bisa menanggalkan setiap kontrak, tawaran, atau sukses yang dia telah buat. Kaum wanita diBarat(Warisan yang paling besar dari warisan Judaeo-Christian) yang diselenggarakan tidak mampu untuk membuat suatu kontrak karena mereka pada kenyataannya dimiliki oleh orang lain. Kaum wanita Barat telah menderita untuk hampir duaribu tahun oleh karena sikap Alkitab (Biblical) , posisi wanita-wanita vis-à-vis para ayah dan para suami mereka. (18) Dalam Islam, janji dari tiap Muslim, Lelaki atau wanita, sedang mengikat dirinya. Tidak seorang pun mempunyai kuasa itu untuk menanggalkan.membatalkan ikrar-ikrar dibanding siapa pun selain itu. Kegagalan untuk memelihara suatu sumpah yang khidmat, yang dibuat oleh seorang manusia atau seorang wanita, harus ditebus seperti yang ditandai di dalam Al Qur’an: Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah) , tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah sumpah yang kamu sengaja , maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah member makan sepuluh orang miskin,yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan ke pada keluargamu,atau memberi pakaian kepada mereka atau me merdekakan seorang budak.Barangsiapa tidak sanggup melaku kan yang demiian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yag demikian itu kaffarat sumpah sumpah mu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum hukum-Nya agar kamu bersyukur kepadaa-Nya …………………………..………Al Qur’an, surah Al Maidah 5:89 Para sahabat Nabi Muhammad SAW, laki-laki dan perempuan, menggunakan untuk menyampaikan sumpah kesetiaan dari mereka kepada nya secara pribadi. Wanita-wanita, seperti juga orang lelaki, akan dengan bebas datang kepada nya dan berjanji dengan sumpah-sumpah mereka: Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak anaknya, tidak akan berdusta yang mereka ada adakan antara tangan dan kaki mereka dan dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik,maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampun an kepada Allah untuk mereka, Sesungguhnya Allah Maha Penganpun lagi Maha Penyayang. ……………..…………………….Al Qur’an, Al Muntahanah 60;12 Seorang lelaki tidak bisa bersumpah sumpah atas nama putri nya atau istri nya. Maupun bisa seorang lelaki menanggalkan sumpah yang dibuat oleh setiap dari sanak wanita nya. 10. HARTA MILIK ISTRI ? Ke tiga agama-agama berbagi satu kepercayaan yang teguh di dalam pentingnya pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Mereka juga bermufakat kepemimpinan dari suami (di) atas keluarga. Meskipun demikian, perbedaan-perbedaan ribut ada di antara tiga agama berkenaan dengan batas-batas dari ke pe -mimpinan ini. tradisi Judaeo-Christian, tidak seperti Islam, hampir meluas kepemimpinan dari suami ke dalam kepemilikan dari istri nya. Tradisi Yahudi itu mengenai peran suami itu ke arah istri nya berasal dari konsepsi bahwa ia memiliki nya ketika ia memiliki budak nya. (19) konsepsi ini mempunyai alasan di balik dua patokan di dalam hukum dari perzinaan dan di balik kemampuan suami itu untuk memusnahkan janji-janji istri nya. Konsepsi ini telah pula bertanggung jawab karena menyangkal istri setiap kendali diatas hartanya atau pendapatan nya. Secepat seorang wanita Yahudi menikah, dia dengan sepenuhnya kehilangan setiap hak kendali atas harta dan pendapatan nya kepada suami nya. Rabbi-rabbi Yahudi menyatakan hak-hak untuk harta milik istrinya, suami itu sebagai suatu korolari dari harta benda nya : “Karenanya sudah masuk kedalam harta benda wanita itu apakah itu tidak mengikuti bahwa ia perlu masuk ke dalam harta benda hartanya juga?”, dan “Karena ia sudah memperoleh wanita itu perlu ia tidak memperoleh juga hartanya?” (20) Jadi; Dengan demikian, pernikahan menyebabkan wanita yang paling kaya untuk jadinya pada kenyataannya tidak beruang sepeserpun. Talmud menguraikan situasi yang keuangan seorang istri sebagai berikut: “- Bagaimana mungkin seorang wanita mempunyai apapun juga yang kepunyaannya masuk kepunyaan suami nya? Apa nya dan apa kepunyaannya adalah juga miliknya…… Pendapatan nya dan apa yang dia boleh menemukan di jalan adalah juga miliknya. Artikel-artikel rumah tangga, bahkan remah-remah (jumlah sedikit dari roti di atas meja), adalah miliknya. Perlukah dia mengundang seorang tamu kepada rumah dan dia memakan nya, dia akan mencuri dari suami nya…”……………………. (San. 71a, Git. 62a) Fakta dari perihal adalah karena harta dari seorang wanita Yahudi dimaksud untuk menarik peminang. Suatu keluarga Yahudi akan menugaskan putri mereka suatu bagian dari status] ayahnya untuk digunakan sebagai suatu mas kawin dalam hal pernikahan. Itu adalah mas kawin bahwa membuat para putri Yahudi satu beban yang tidak disukai oleh ayah mereka. Ayah itu harus mem besarkan putrinya bertahun-tahun dan lalu bersiap-siap meng hadapi pernikahan nya dengan menyediakan suatu mas kawin yang besar. Jadi dengan demikian, seorang anak perempuan di suatu keluarga Yahudi adalah suatu kewajiban dan tanpa asset. (21) kewajiban ini menjelaskan mengapa kelahiran dari seorang putri tidak dirayakan dengan kegembiraan didalam kaum tua, masyarakat Yahudi (lihat “Para putri Yang Memalukan?” bagian). Mas kawin itu adalah hadiah perkawinan yang diperkenalkan kepada mempelai pria di bawah terminologi dari sewa menyewa. Suami itu akan bertindak sebagai pemilik yang praktis dari mas kawin tetapi ia tidak bisa menjual nya. Pasangan [pengantin perempuan] itu akan hilang setiap kendali (di) atas mas kawin pada saat pernikahan. Lebih dari itu, dia diharapkan untuk bekerja setelah pernikahan dan semua pendapatan nya harus pergi ke suami nya sebagai penukar pemeliharaan yang menjadi kewajiban nya. Dia bisa memperoleh kembali harta nya hanya dalam dua kasus: kematian perceraian suaminya. Perlukah dia mati terlebih dulu, ia akan menerima warisan harta nya. Di dalam kasus dari kematian suami itu, istri itu bisa memperoleh kembali harta nya sebelum nikah tetapi dia bukan berhak menerima warisan setiap ikut serta di dalam harta yang ditinggal kepunyaan suami. Itu harus ditambahkan bahwa mempelai pria juga harus menyajikan suatu hadiah pernikahan kepada pasang- an pengantin perempuannya, namun lagi; kembali ia adalah pemilik yang praktis dari hadiah ini sepanjang mereka nikah. (22) Kekristenan, sampai baru-baru ini, sudah mengikuti tradisi yang sama seperti Yahudi. Keduanya yang religius dan penguasa sipil di dalam orang Kristen Kerajaan Romawi (setelah Constantine) memerlukan suatu persetujuan harta sebagai suatu kondisi untuk mengenal pernikahan. Keluarga-keluarga menawarkan para putri mereka meningkatkan mas kawin dan,sebagai hasilnya,orang cenderung untuk menikah sebelumnya selagi keluarga-keluarga menunda pernikah an-pernikahan putri mereka sampai yang kemudiannya dibanding biasanya. (23) Hukum Canonic, seorang istri berhak atas penggantian kerugian mas kawin nya jika pernikahan itu dibatalkan kecuali jika dia adalah bersalah atas perzinaan. Dalam hal ini, dia kehilangan hak-hak untuk mas kawin yang tinggal di dalam tangan-tangan suami nya. (24) Under Canon dan hukum perdata seorang wanita yang dinikahi didalam Kristen Eropa dan Amerika telah kehilang an hak miliknya sampai ke akhir Abad sembilan belas dan awal abad yang keduapuluh. Sebagai contoh, hak-hak wanita-wanita di bawah hukum Inggris yang disusun dan yang diterbitkan dalam 1632. Ini’ dimasukkan hak-hak:”Yang harta suami adalah miliknya sendiri. Yang milik istri adalah milik suami itu.” (25) Istri tidak hanya kehilangan harta nya atas pernikahan, dia kehilangan kepribadian nya juga. Tidak ada tindakan nya menjadi nilai hukum. Suami nya bisa menanggalkan setiap penjualan atau hadiah yang dibuat oleh nya sebagai hal yang tidak ada nilai hukum. Orang dengan siapa dia mempunyai kontrak yang diselenggara kan sebagai suatu kejahatan untuk mengambil bagian di suatu penipuan. Lebih dari itu, dia tidak bisa menggugat atau digugat di dalam namanya sendiri, maupun bisa dia menggugat suami nya sendiri. (26) Menikah dengan seorang wanita pada kenyataannya diperlakukan sebagai seorang bayi dalam pandangan hukum. Istri hanya menjadi milik suaminya dan oleh karena itu dia kehilangan hartanya, kepribadian hukum nya, dan nama keluarga nya. (27) Islam, pada abad yang ketujuh CE., sudah menghibahkan kepada wanita-wanita yang menikah kepribadian yang mandiri yang mana Judaeo-Christian Barat telah sangat jauh ketinggalan mereka sampai baru-baru akhir akhir ini. Dalam Islam, pasangan pengantin perempuan dan keluarga nya tidak berkewajiban apapun juga untuk menyajikan suatu hadiah kepada mempelai pria. Anak perempuan di suatu keluarga Muslim tidak berkewajiban. Seorang wanita adalah sangat dipuji oleh Islam, bahwa dia tidak perlu untuk menyajikan hadiah-hadiah untuk menarik para suami potensial. Adalah mempelai pria yang harus menyajikan pasang- an pengantin perempuan dengan suatu hadiah pernikahan. Hadiah ini dipertimbangkan hartanya dan bukan mempelai pria maupun keluarga pasangan pengantin perempuan itu mempunyai ikut serta dalam atau mengendalikan atas nya. Dalam beberapa masyarakat kaum Muslimin hari ini, suatu hadiah pernikahan dari seratus ribu dolar di dalam berlian-berlian bukanlah tidak biasa. (28) Pasangan pengantin perempuan mempertahankan hadiah-hadiah pernikahannya sekalipun dia diceraikan kemudian. Suami itu tidak diizinkan ikut serta dalam harta istri nya kecuali apabila yang dia menawarkan dengan nya dan membebaskan persetujuan. (29) Al Qur’an sudah menyatakan posisi nya isu ini dengan sungguh jelas: Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan .Kemudian jika mereka menyerahkan kepa kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati , maka makanlah (ambilah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. ………………………………………Al Qur’an, surah An Nissa 4;4 Harta dan pendapatan istri itu di bawah kendali nya penuh dan untuk penggunaan nya sendirian karena nya, dan milik anak-anak itu, pemeliharaan adalah tanggung jawab suaminya. (30) Tak peduli bagaimana boleh jadi kaya istri itu,dia tidak berkewajib an untuk bertindak sebagai suatu co-provider untuk keluarga kecuali jika dirinya dengan sukarela memilih untuk melakukannya. Pasangan-pasangan sungguh menerima warisan dari satu sama lain.Lebih dari itu, seorang wanita yang dinikahi dalam Islam mem per tahankan kepribadian hukum mandiri dan nama keluarga nya. (31) Seorang hamim di Amerika Serikat ketika menafsirkan hak-hak dari wanita-wanita Muslim yang berkata:”Seorang Anak perempu- an islam boleh menikah sepuluh kali, tetapi ciri khas nya tidak diserap darinya oleh berbagai para suami. Dia adalah suatu planet yang matahari dengan suatu nama dan kepribadian hukum nya sendiri.” (32) 11. PERCERAIAN Ke tiga agama-agama mempunyai perbedaan-perbedaan yang luar biasa? menarik perhatian didalam sikap perceraian terhadap mereka.Kekristenan membenci perceraian sama sekali semua nya. Perjanjian Baru dengan tegas mendukung sifat tak dapat larut pernikahan. Itu dihubungkan dengan Yesus untuk memiliki berkata,; “Tetapi aku berkata kepada kamu: Setiap orang yang mencerrai kan istrinya kecuali karena zinah, ia menjadikan istrinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan , ia berbuat zinah. …………………………………Kitab Perjanjian Baru Matius 5:32 Idaman keras kepala ini adalah, tanpa suatu keraguan, yang tak realistis.Itu mengasumsikan suatu keadaan dari bahwa masyara -kat manusia dengan kesempurnaan moral belum pernah dicapai. Ketika sepasang suami istri menyadari bahwa hidup mereka yang yang dinikahi tidak dapat diperbaiki lagi, suatu kutukan untuk perceraian tidak akan mereka kebaikan sedikitpun . Memaksa pasangan yang kawin dan bermasalah untuk tetap tinggal bersama-sama melawan terhadap keinginan-keinginan mereka tidaklah layak ataupun efektif. Tidak heran bila diseluruh dunia Kristen sudah berkewajiban untuk member sanksi atas percerai- an. Judaism,sebaliknya,membiarkan perceraian bahkan tanpa penye- bab apapun. Kitab Perjanjian Lama memberi suami hak untuk menceraikan istrinya sekali pun ia hanya karena tidak menyukai nya: “Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh ia pergi dari rumahnya, dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi istri orang lain, dan jika laki laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya,lalumenulis surat cerai dan menyerahkannya ketangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya ,atau jika laki laki yang kemudian mengambil dia jadi istrinya itu mati.maka suaminya yang pertama yang telah meyuruh dia pergi itu , tidak boleh mengambil dia kembali menjadi istrinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan Tuhan . Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negri yang diberikan Tuhan Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu. …………………………Kitab Perjanjian Lama.ULANGAN.24:1-4 Ayat-ayat tersebut sudah menyebabkan beberapa debat yang pantas dipertimbangkan antar sarjana-sarjana Yahudi oleh karena perselisihan paham mereka atas penafsiran kata-kata ” tidak menyenangkan”,”kecabulan”,dan”tidak menyukai” menyebut kan di dalam ayat-ayat. Talmud merekam pendapat-pendapat mereka yang yang berbeda: “- Sekolah tersebut dari Shammai mengadakan; bahwa seorang suami mestinya tidak menceraikan istri nya kecuali jika ia sudah menemukan bukti bersalah atas beberapa kelakuan seksual tak senonoh, sementara sekolah dari Hillel mengatakan ia boleh menceraikan nya sekali pun dia hanyalah merusak suatu pinggan untuk dia. Rabbi Akiba mengatakan ia boleh menceraikan nya sekali pun ia hanya menemukan wanita lain yang lebih cantik dibanding dia” (Gittin 90a-b). Kitab Perjanjian Baru mengikuti pendapat Shammaites selagi hukum Yahudi sudah mengikuti pendapat Hillelites dan R.Akiba. (33) Sejak Hillelites memandang berlaku,maka menjadi tradisi yang tak putus-putusnya hukum Yahudi untuk memberi kebebasan kepada suami untuk menceraikan istri nya tanpa penyebab sama sekalipun. Kitab Perjanjian Lama tidak hanya memberi suami hak untuk menceraikan miliknya istri yang “tidak menyenangkan”, itu menganggap menceraikan seorang “istri yang tidak baik” adalah satu kewajiban: “- Seorang istri yang tidak baik membawa penghinaan, sedih kelihatan, dan suatu hati yang terluka. Kendor dari tangan dan lemahnya dari lutut adalah istri siapa yang gagal untuk membuat dia berbahagia. Wanita adalah asal-muasal dari dosa, dan itu akan menjemukannya bahwa kita semua mati. Jangan meninggal kan suatu cadangan air yang bocor untuk menetes atau mengizin kan membiarkan seorang istri yang tidak baik untuk mengatakan apa yang dia perbandingkan. Jika dia tidak menerima kendali mu, mencerainya dan mengirimkannya jauh jauh” ……………Kitab Perjanjain Baru Katolik .Ecclesiasticus 25:25 Talmud sudah merekam beberapa tindakan-tindakan yang spesi- fik oleh istri yang mengharuskan para suami mereka untuk menceraikan mereka: “Jika dia makan di jalan, jika dia minum dengan rakus di jalan, jika dia menyusui di jalan, di dalam setiap kasus Rabbi Meir katakan bahwa dia harus meninggalkan suami nya” …………………………………………………………. (Git. 89a). Talmud juga telah membuatnya wajib untuk menceraikan seorang istri yang mandul (yang mengandung tanpa anak-anak di dalam masa sepuluh tahun); : “Rabbi-rabbi Kami mengajarkan: Jika seorang suami mengambil seorang istri dan menyesuaikan diri nya untuk sepuluh tahun dan dia mengandung tanpa anak, ia akan menceraikan nya” …………………………………………………………… .(Yeb. 64a). Istri, sebaliknya, tidak bisa memulai perceraian di bawah hukum Yahudi. Seorang istri Yahudi, bagaimanapun, bisa mengaku hak untuk suatu perceraian sebelum pengadilan Yahudi dengan ketentu an bahwa ada suatu alasan yang kuat. Sangat sedikit; beberapa alasan-alasan disediakan untuk istri itu untuk membuat suatu klaim untuk suatu perceraian. Alasan-alasan ini termasuk: Seorang suami dengan cacat-cacat atau penyakit kulit secara fisik, seorang suami tidak ber tanggung-jawab pelaksanaan terikat perkawinannya, dll. Sidang itu akan mendukung klaim istri itu kepada suatu perceraian tetapi itu tidak bisa memecahkan pernikahan. Hanya suami itu dapat memecahkan pernikahan dengan memberi istrinya suatu surat cerai.Sidang itu bisa mencambuk, memenjara kan, dan mengucilkan dia untuk memaksa dia untuk kirim surat cerai yang perlu kepada istri nya. Bagaimanapun, jika suami itu adalah cukup keras kepala, ia dapat menolak untuk mengabulkan istri nya suatu perceraian dan nafkah mengikat kepada nya dengan tak terbatas. Masih lebih buruk, ia tinggalkan tanpa suatu pengabulan perceraian dan cuti belum kawin nya dan tidak diceraikan.Ia dapat menikahi wanita lain atau bahkan menyesuai kan diri dengan setiap orang tua yang statusnya tidak menikahi wanita yang tunggal dan mempunyai anak-anak dari nya (anak-anak ini dipertimbangkan sah di bawah hukum Yahudi). Istri yang ditinggalkan, sebaliknya, tidak bisa menikah lelaki yang lain manapun dia masih menurut hukum dinikahi dan dia tidak bisa menyesuaikan diri dengan lelaki lain manapun dia akan diper timbang kan seorang pezina (perempuan) dan anak-anak nya dari hubungan ini akan tidak sah selama sepuluh generasi. Seorang wanita dalam posisi yang demikian disebut satu agunah (wanita yang dirantai). (34) Di Amerika Serikat saja hari ini ada kira-kira 1.000 sampai 1.500 wanita-wanita Yahudi yang adalah agunot (jamak untuk agunah), sedang angka di Israel mereka boleh jad
  10. Selamat dan semangat pak, mari kita wujudkan the rial of madrasah di negeri yang tercinta ini.

    Salam dari MAN 3 Malang Jawa Timur.
    Imam Sujarwo
    Kepala

    • nurmanspd

      Jazakumullah atas kunjungannya, Pak Mohon komentar untuk kemajuan Madrasah kami🙂🙂

  11. ariesta

    wow,it’s amazing school…!!!

  12. Sekolah yang bagus Pak. Salam ya untuk semua anggota Pramuka di sini. Tetap semangat, kita majukan Pramuka Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: